PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK

Disusun oleh:
Retno Kusumawati

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia pasti berinteraksi dengan sampah. Di rumah, jalan, pasar, atau dimanapu berada, dalam berbagai macam wujudnya akan ditemui sampah.
Sampah merupakan konsekuensi dari aktivitas manusia. Setiap aktivitas manusia pasti menghasilkan sampah. Jumlah atau volume sampah yang ada sebanding dengan tingkat konsumsi terhadap barang atau material yang digunakan sehari-hari. Demikian juga dengan jenis sampah, sangat tergantung dari jenis barang atau material yang dikonsumsi.
Berbicara tentang sampah adalah berbicara masalah. Banyak masalah-masalah yang ditimbulkan oleh sampah, diantaranya yaitu pencemaran udara, karena baunya yang tidak sedap, kesan jijik, mengganggu nilai estetika, pencemaran air yaitu apabila membuang sampah sembarangan, misalnya di sungai, maka akan membuat air menjadi kotor dan berbau. Sampah dapat juga menjadi sumber penyakit, bila terdapat sampah yang sudah membusuk dan sampah tersebut dihingapi lalat, kemudian lalat tersebut hinggap ke makanan padahal sudah membawa wabah penyakit, maka akan membuat orang yang memakan makanan tersebut terserang penyakit. Demikian juga bila sampah menyumbat saluran-saluran air yang menyebabkan ada genangan, genangan air itu dapat menjadi sarang nyamuk dan tempat tumbuh bakteri-bakteri penyebab timbulnya penyakit. Selain masalah tadi, sampah dapat juga sebagai salah satu penyebab bencana, misalnya bencana banjit, sampah yang dibuang di sungai bisa menyebabkan sungai sempit, sehingga ketika musim hujan datang, sungai tersebut tidak dapat menampung air dalam jumlah besar dan mengakibatkan air meluap dan terjadilah banjir.
Untuk itu manusia sebisa mungkin harus bisa mengurangi penggunaan barang atau material agar sampah yang dihasilkan juga tidak terlalu banyak. Ketika membuang sampah sebaiknya dipilah-pilah antara sampah organik dan anorganik karena sampah yang tercampur merusak dan mengurangi nilai dari material yang mungkin masih bisa dimanfaatkan lagi. Bahan-bahan organik dapat mengkontaminasi atau mencemari bahan-bahan yang mungkin masih bisa didaur ulang dan racun dapat menghancurkan kegunaan dari keduanya.

B. Rumusan Masalah
Permasalahan yang diangkat dalam karya ilmiah ini, dapat ditulis dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut:
1. Bagaimana cara agar jumlah atau volume tumpukan sampah tidak terlalu banyak?
2. Bagaimana cara memanfaatkan sampah?

C. Pembatasan Masalah
Sesuai dengan rumusan masalah, akan dibahas dalam karya ilmiah ini dibatasi pada hal-hal sebagai berikut:
1. Cara agar jumlah atau volume tumpukan sampah tidak terlalu banyak.
2. Cara pemanfaatan sampah.

D. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan karya ilmiah ini, sebagai berikut:
1. Mengetahui cara agar jumlah atau volume tumpukan sampah tidak terlalu banyak.
2. Mengetahui cara pemanfaatan sampah.

BAB II
KAJIAN TEORI
Sampah adalah semua material yang dibuang dari kegiatan rumah tangga, perdagangan, industri dan kegiatan pertanian. Sampah yang berasal dari kegiatan rumah tangga dan tempat perdagangan dikenal dengan limbah municipal yang tidak berbahaya (non hazardous). Selain itu, banyak lagi definisi tentang sampah, antara lain menurut Soewedo (dalam http://www.dephut.go.id//),menyatakan bahwa, ”sampah adalah bagian dari sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang, yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan manusia (termasuk kegiatan industri), tetapi bukan yang biologis”.
Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan”. (Kamus Istilah Lingkungan, 1994). “Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.” (Istilah Lingkungan untuk Manajemen, Ecolink, 1996). “Sampah adalah sesuatu yang tidak berguna lagi, dibuang oleh pemiliknya atau pemakai semula”. (Tandjung, Dr. M.Sc., 1982) “Sampah adalah sumberdaya yang tidak siap pakai.” (Radyastuti, W. Prof. Ir, 1996)
Banyak juga definisi tentang sampah tergantung dari pendekatan ilmu yang digunakan, seperti antara lain menurut DR.Ir.H.Iwan Kusmarwanto yang memandang dari pendekatan proses, bahwa sampah adalah segala jenis kotoran / buangan yang merupakan sisa proses oleh manusia dan mesin-mesin pembantunya. Dengan memandang bahwa sampah adalah suatu produk yang tidak lagi mempunyai nilai ekonomis, pengertian ini mengarahkan pada hal-hal teknis tentang bagaimana melakukan pemusnahan secara tuntas tetapi mampu mengangkat menjadi bernilai ekonomis. Dari sisi manfaat atau tidaknya suatu benda, sampah dimaknai sebagai sebuah materi sampingan yang tidak dibutuhkan yang muncul atau terbawa dari sebuah proses. Teori ini memandang sampah dari sisi materinya, sedangkan penggolongan materi tersebut termasuk sampah atau tidak, adalah sesuatu yang relative, tergantung dari subyeknya.
Untuk lebih mengenal secara detail dan rinci, sehingga mendapatkan pengertian dan langkah penanganan yang tepat, dilakukan pengelompokan dengan bermacam-macam dasar misal menurut wujud, sifat, asal dsb.

Berdasarkan asalnya, sampah padat dapat digolongkan sebagai:
1. Sampah Organik
Sampah Organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik. Termasuk sampah organik, misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran, kulit buah, dan daun.
2. Sampah Anorganik
Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik, dan kaleng.

Sampah Berdasarkan Kemanfaatannya
1. Sampah Sejati
Sampah sejati adalah sampah tulen, dan barang-barang yang sudah tidak berguna dan tidak bisa dimanfaatkan lagi.
2. Setengah Sampah
Setengah sampah adalah barang yang sudah dicampakkan orang karena dianggap tidak berguna lagi. Padahal sebenarnya dia masih berguna, masih memiliki manfa-at atau dimanfaatkan. Tetapi agar barang ini bisa dimanfaatkan, barang ini harus diolah dulu atau harus diubah dulu menjadi bentuk lain untuk manfaat lain.
3. Sampah-sampahan
Jenis ini juga sering dianggap sampah oleh orang kebanyakan. Mereka dicampak-kan ke tempat-tempat sampah. Padahal mereka masih memiliki kegunaan. Jadi orang menganggap dia sampah hanya karena tidak bisa memaanfaatkan dia lagi, akhirnya dia dicampakkan. Contohnya mudah, yaitu botol bekas. Botol bekas yang masih utuh sering dicampakkan orang di tempat-tempat sampah. Padahal botol-botol ini masih memiliki manfaat yang sama. Cara memanfaatkan dia mudah sekali, bersihkan dan pakai lagi.

BAB III
PEMBAHASAN

1. Upaya Mengurangi Jumlah atau Volume Tumpukan Sampah yang Banyak
Sampah, yaitu sesuatu yang dianggap sangat menjijikkan, berbau tidak sedap dan kotor. Sampah sering ditemukan di mana-mana dan sangat mengganggu pemandangan serta mencemari lingkungan. Kebanyakan sampah merupakan buangan dari aktifitas manusia dan manusia pasti tidak dapat lepas dari sampah. Sampah dengan jumlah yang relatif terbatas mungkin pengaruhnya tidak akan begitu terasa. Akan tetapi, seiring dengan dinamika masyarakat yang senantiasa berkembang dari waktu ke waktu dimana meningkatnya jumlah penduduk dan kebutuhannya termasuk di dalamnya, sudah pasti volume sampah dan segala akibat yang terasa juga akan berubah. Namun, terdapat kesalahan dalam pembuangan sampah. Yaitu upaya penanganan sampah masih dititikberatkan pada upaya penyingkiran, bukan pada upaya pemanfaatan kembali, sehingga banyak terlihat tumpukan-tumpukan sampah.
Seperti yang telah dijelaskan bahwa manusia memang tidak dapat lepas dari sampah, tetapi masih ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi jumlah atau volume tumpukan sampah agar tidak terlalu banyak, diantaranya yaitu:
 Mengurangi; sebisa mungkin melakukan minimalisasi barang atau material yang dipergunakan. Semakin banyak menggunakan barang atau material, semakin banyak sampah yang akan dihasilkan.
 Memakai kembali; apabila membeli barang sebisa mungkin memilih barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari memakai barang-barang yang hanya sekali pakai langsung dibuang. Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum akhirnya menjadi sampah.
 Mendaur ulang; barang-barang yang sudah tidak berguna lagi dapat didaur ulang. Tidak semua barang dapat didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.
 Mengganti; teliti barang-barang yang dipakai sehari-hari. Gantilah barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali saja dengan barang yang lebih tahan lama. Diharapkan juga agar memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan. Misalnya, mengganti kantong kresek dengan keranjang bila berbelanja, dan sebisa mungkin jangan menggunakan styrofoam untuk tempat makanan.

2. Pemanfaatan Sampah
Sekarang ini orang-orang hanya menganggap bahwa sampah adalah sumber pencemaran lingkungan yang apabila tidak dikelola dengan baik akan mengakibatkan pengotoran lingkungan, pencemaran air, tempat tumbuh bibit penyakit, dan banyak masalah lainnya. Inilah pemaknaan sampah pada posisi sebagai limbah. Pemaknaan tersebut memang tepat, akan tetapi pemaknaan yang hanya menganggap sampah sebagai limbah tersebut membuat berbagai tindakan penanganan yang diambil terasa kurang tepat. Upaya penanganan sampah hanya dengan penyingkiran, bukan dengan upaya pemanfaatan kembali. Padahal apabila upaya pemanfaatan kembali tersebut dilakukan, selain menciptakan kebersihan juga menciptakan sisi ekonomis dari sampah tersebut.
Upaya pemanfaatan kembali dilakukan dengan cara mengolah sampah menjadi barang lain atau bentuk lain untuk manfaat lain, istilah lainnya yaitu daur ulang. Namun, salah satu kesulitan mengolah sampah yang ada di pembuangan limbah adalah karena sampah campur aduk menjadi satu. Oleh karena itu, untuk mempermudah proses pengolahan sampah yang akan dibuang harus dipilah-pilah terlebih dahulu, yaitu dipisahkan antara sampah organik dan sampah anorganik.
Sampah organik dan anorganik, seperti yang sudah dijelaskan pada kajian teori merupakan penggolongan sampah berdasarkan asalnya. Pengertian sampah organik adalah sampah yang berasal dari makhluk hidup, contohnya yaitu daun-daunan, sampah dapur, sampah dari pasar-pasar tradisional, peternakan, dan pertanian. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang bukan berasal dari makhluk hidup atau barang yang dibuat secara kimiawi, sintetik, atau dengan kata lain tidak alami. Alasan mengapa sampah harus dipilah-pilah adalah agar tiap bagian dapat dikomposkan atau didaur ulang secara optimal. Selain itu, apabila sampah organik dan anorganik tercampur maka akan merusak dan mengurangi nilai dari material yang mungkin masih bisa dimanfaatkan kembali. Bahan-bahan organik dapat mengkontaminasi atau mencemari bahan-bahan yang mungkin masih bisa didaur ulang dan racun dapat menghancurkan kegunaan dari keduanya.
a. Pemanfaatan Sampah Organik
Sampah organik dapat digolongkan lagi menjadi sampah yang bisa didaur ulang dan yang tidak dapat didaur ulang. Contoh sampah yang bisa didaur ulang yaitu kertas. Kertas-kertas yang sudah digunakan dan tidak terpakai lagi, koran dan kardus-kardus bekas dapat dibuat menjadi kertas yang dapat dimanfaatkan kembali., misalnya menjadi kertas buram. Kertas-kertas tersebut dapat juga dimanfaatkan untuk bahan dalam pembuatan barang-barang kerajinan seperti patung, bingkai foto, dan lain sebagainya.
Sedangkan, sampah organik yang tidak dapat didaur ulang contohnya yaitu sisa makanan, sayur-sayuran, daun-daunan, buah-buahan, kotoran ternak, ampas tebu, dll. Kelihatannya sampah-sampah tersebut sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi dan dibiarkan menumpuk dan membusuk. Padahal sebenarnya sampah jenis ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kompos/pupuk organik atau sumber bahan organik tanah dalam meningkatkan produktivitas pertanian, untuk pembuatan vermi kompos (pengomposan dengan cacing), dan dapat juga dijadikan makanan ternak untuk mengembalikan nutrisi-nutrisi yang ada ke tanah. Solusi lain yaitu dengan menerapkan teknologi anerobik untuk menghasilkan biogas. Sampah organik juga merupakan bahan pembuatan bioethanol.

b. Pemanfaatan Sampah Anorganik
Tidak hanya ampah organic yang dapat dibedakan menjdi sampah yang dapat didaur ulang dan tidak dapat didaur ulang, tetapi sampah anorganik juga bisa. Contoh sampah anorganik yang dapat didaur ulang yaitu sampah plastik-plastikan, kaca, dan sampah logam seperti besi, alumunium, tembaga, nikel, seng, dll. Contoh-contoh tadi dapat didaur ulang dengan mengubah barang menjadi bentuk yang lain. Misalkan besi yang sudah tidak terpakai dapat dipanaskan kemudian dictak ulang menjadi besi yang baru. Botol-botol bekas minuman mineral bisa menjadi bahan produksi yaitu dapat dibuat vas bunga. Botol-botol dari kaca atau bekas minuman mineral bisa juga dipakai lagi untuk tempat minuman.

BAB IV
PENUTUP

A. Simpulan
Sampah merupakan buangan dari aktivitas manusia dan memang manusia pasti tidak dapat lepas dari sampah. Namun ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi jumlah atau volume tumpukan sampah agar tidak terlalu banyak, di antaranya yaitu mengurangi, memakai kembali, mendaur ulang, mengganti, dan industri-industri juga harus mendesain ulang produk-produk mereka.
Sampah hanya dianggap sebagai limbah yang dapat mengakibatkan pengotoran lingkungan, pencemaran air, tempat tumbuh bibit penyakit dan masalah lainnya. Namun, serenarnya sampah masih bisa dimanfaatkan lagi, misalnya sampah organik yang dapat didaur ulang, seperti kertas dapat dimanfaatkan lagi sebagai bahan untuk membuat barang kerajinan. Sampah organik yang tidak dapat didaur ulang seperti sisa makanan, sayur-sayuran, daun-daunan,buah-buahan, kotoran ternak, ampas tebu,dll, dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kompos atau pupuk organik atau sumber bahan organik tanah dalam meningkatkan produktivitas pertanian untuk pembuatan vermi kompos (pengomposan dengan cacing) dan dapat juga dijadikan makanan ternak untuk mengembalikan nutrisi-nutrisi yang ada ke tanah. Solusi lain yaitu dengan menerapkan teknologi anerobik untuk menghasilkan biogas. Sampah organik juga merupakan bahan pembuatan bioethanol. Ada lagi sampah anorganik yang dapat didaur ulang seperti plastik-plastikan, kaca, dan logam-logaman dapat didaur ulang menjadi bentuk lain. Sedangkan sampah anorganik yang tidak dapat didaur ulang seperti plastik yang tidak dapat didaur ulang memang tidak dapat dimanfaatkan lagi, dan sampah ini sebaiknya dibakar dalam inginerator.

B. Saran
Ketika membuang sampah sebaiknya dipilah-pilah antara sampah organik dan anorganik
Sebisa mungkin jangan membiarkan sampah berkumpul dan menumpuk, sebaiknya diolah dan dimanfaatkan untuk hal yang lebih berguna.

DAFTAR PUSTAKA

http://ardansirodjuddin.wordpress.com/2008/08/05/pemanfaatan-sampah/

http://contoh.000webhost.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=2

file:///E:/WALHI-Mengelola Sampah,Mengelola Gaya Hidup.htm

file:///E:/Situs Web Kimia Indonesia_Fokus_Sampah Organik sebagai Bahan Baku Biogas.htm

http://isroi.wordpress.com/2008/04/18/peluang-peluang-pemanfaatan-sampah-organik/

http://isroi.wordpress.com/2008/05/10/cerita-sampah-masalah-dan-solusinya-bagian-2/

http://mbojo.wordpress.com/2007/09/25/potensi-sampah-kota-sebagai-sumber-bahan-organik/

http://tjahjo82.blogspot.com/2007/01/paradigma-sampah.html

About these ads

Perihal enokusuma
pecinta warna ijooo......... pecinta keroppi........ ordinary girl.....

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: